Resensi buku Aku Sadar, Aku Gila

Judul                : Aku Sadar, Aku Gila

Penulis            : Bahril Hidayat Lubis

Penerbit        : Zikrul Hakim

Tanggal terbit        : Rabiul Awal 1428 H / Mei 2007

Jumlah halaman    : 160 halaman

Tebal buku        : 14 x 20 cm

Kategori        : Memoar

Aku Sadar, Aku Gila adalah sebuah memoar yang ditulis oleh Bahril Hidayat Lubis yang menceritakan tentang kehidupannya yang menderita psikosis (gila) dalam perjalanannya menuju kesembuhan dari penyakitnya karena mimpi dan surah Ar-Rahman.

Bahril Hidayat adalah seorang anak dari keluaraga yang berada yang selalu dimanjakan oleh keluarganya dan dia memiliki kecerdasan intelektual yang baik, karena dia mampu menjadi juara umum sewaktu SD. Namun, dia tidak mampu mengembangkan kecerdasan emosionalnya yang menyebabkan dia menjadi tempramental dan selalu mencari masalah.

Diawali dengan menghisap bensin sewaktu SD, menghisap lem cap Kambing (lem kayu) yang dapat membuatnya fly (melayang) karena itu pun dia selalu berurusan dengan guru. Parahnya dia selalu melawan ketika guru memarahinya dengan mengucapkna kata-kata yang tidak senonoh. Ketika masa SMA dia semakin menjadi, guru yang memarahinya nyaris dihajar olehnya dan itu semua karena dia selalu meminum minuman keras dan kecerdasan intelektualnya pun menueun karena dia selalu ketinggalan pelajaran.

Ketika dia melanjutkan sekolahnya di UII (Universitas Islam Indonesia) Fakultas Psikologi, Yoyakarta dia semakin menuju masa puncaknya dalam hal negatif. Dia mulai mencoba putaw hingga dia menjadi sakaw selama beberapa hari. Ketika dia sudah dikeluarkan dari tempat kuliahnya, dia diberi kesempatan kedua oleh keluarga dan rektornya. Dimulailah titik balik ketika dia berpindah tempat kos, yang bertempat di rumah sahabatnya yang dia anggap baik. Namun, gejala psikosis mulai merasuki dirinya yang menyebabkan dia selalu berhalusinasi dan hilang ingatan.

Ketika dia tertidur, dia selalu bermimpi melihat sesuatu yang aneh dan ketika terbangun selalu terjadi dari apa yang dia impikan itu. Puncak titik baliknya yaitu setelah dia menikah dan dia mulai memiliki emosi yang mulai stabil dan juga ketika dia mendengar potongan ayat dalam surah Ar-Rahman yang dibacakan imam ketika sedang shalat Jumat.

Dalam cerita Aku Sadar, Aku Gila yang disayangkan yaitu pada saat peralihan cerita tidak ada penjelasan latar dan waktu yang jelas. Jadi, si pembaca tidak tahu pasti jalan cerita tersebut.

Jalan ceritanya sulit ditebak, karena buku ini berceritakan atas ingatan si penulis dan kisahnya yang diceritakan oleh kerabatnya. Buku ini merupakan buku yang membuktikan bahwa dalam keadaan apapun dan walaupun kita dalam kesulitan yang besar namun Allah akan memberikan petunjuk dan jalan keluar. Dan buku ini memberikan motivasi bagi para pengguna narkoba dan juga pengidap psikosis agar dapat sembuh dari kekangan derita narkoba ataupun psikosis.

Rd. Muhammad Izar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s